Because it’s long time to let material books are closed. I’d forget about some systems and since last examination was held, I think I should learn more.
Well, don’t ask me about question which related water system or ash. I’m sure I forgot 60%. So, what’s wrong? :D nothing wrong, it’s natural! Last 2 years I’m working in Fuel System, I just keep focus on it and day by day water and ash system materials forgetting by time.
This evening, I just drew a few drawings and try to remember many equipments on site while imagine the flow, pipe and other equipments such as Clarifier, Activated carbon filter, tanks, cation anion exchanger, wow many things! Pumps, valves, name tagging, I think I need time to do more exercises, review on site and do practice.
I’m happy whenever I can conquered many challenges, feeling to be braver than before. The time is coming, get prepare. When you have a good preparation, you can work well, not only in fuel system but also you can work in water or ash system. Jiayou!
"Tanpa cahaya, malam hanyalah sisi bumi yang gelap gulita. Dan meski terang itu indah, sepertinya kita tak pantas untuk melupakan apa itu gelap". -Sang Koki Listrik
Pages
▼
Pages
▼
Thursday, August 30, 2012
Tuesday, August 28, 2012
Detective Conan [Photo]
“There
is only one truth!” that’s a famous quotes of Conan Edogawa/Shinichi
Kudo. One of my favourite fictional character. I won’t tell much thing about it, I think
all of must be know who is he. Right? 8)
A few days, I just got a little birthday gift from “someone”. Yeah, it nice gift, thank you dear! :)
Wednesday, August 22, 2012
Great #21st year
Ibarat sedang mengadakan perjalanan panjang yang ditempuh seharian. Maka perjalanan hidupku sudah separuh jalan. Meski fajar yang menyingsing sudah berlalu dan jingga pagi sudah hilang, namun perjalanan belum cukup disini. Lihatlah matahari masih merangkak naik, burung-burung masih berkicau riang, sang angin masih setia berhembus mesra di telinga dan langit biru masih memayungi.
Dua puluh satu tahun sudah usia hari ini. “Selamat ulang tahun!” kuucap pada diri. “Bertambah lagi satu tahun usia, bertambah tua, semoga bertambah pula kebahagiaan dalam hidup dan bertambah kebaikan dalam diri. Tetap menjadi bujang yang baik hati, selalu berbuat baik pada sesama, menjadi kebanggaan orang tua, keluarga, sahabat dan lingkungan dimanapun berada. Dilapangkan dan diluaskan rizkinya. Dikuatkan tangan, kaki dan hatinya agar siap menghadapi rintangan yang ada. Aamiin Allahumma Aamiin.”
Dengan atau tanpa pesta ulang tahun meriah, dengan atau tanpa ucapan ulang tahun yang diucapkan dengan suka cita, dengan atau tanpa kue tar yang besar, setiap hari ulang tahunku selalu kunikmati dengan sederhana. Bahkan barangkali hanya Emak saja yang tahu pasti kapan ulang tahunku. Karena aku memang tak suka menggembar-gemborkan tanggal berapa pastinya ulang tahunku, aku lebih suka menyembunyikannya. Aku hanya lebih suka menyembunyikannya. Dan yang pasti orang-orang yang mengetahui tanggal ulang tahunku adalah orang-orang spesial dan istimewa. :)
Usia memang misteri tak satu pun yang tahu kapan dan dimana dia akan berhenti. Malam ini aku masih bisa menghirup nafas dengan lega, menikmati curahan karunia dari-Nya. Banyak sekali nikmat yang diberikan oleh-Nya. Semoga aku lebih bisa dan lebih banyak mensyukuri nikmat yang ada dibanding harus mengeluhkan masalah yang kecil-kecil saja.
Dua puluh satu tahun sudah usia hari ini. “Selamat ulang tahun!” kuucap pada diri. “Bertambah lagi satu tahun usia, bertambah tua, semoga bertambah pula kebahagiaan dalam hidup dan bertambah kebaikan dalam diri. Tetap menjadi bujang yang baik hati, selalu berbuat baik pada sesama, menjadi kebanggaan orang tua, keluarga, sahabat dan lingkungan dimanapun berada. Dilapangkan dan diluaskan rizkinya. Dikuatkan tangan, kaki dan hatinya agar siap menghadapi rintangan yang ada. Aamiin Allahumma Aamiin.”
Dengan atau tanpa pesta ulang tahun meriah, dengan atau tanpa ucapan ulang tahun yang diucapkan dengan suka cita, dengan atau tanpa kue tar yang besar, setiap hari ulang tahunku selalu kunikmati dengan sederhana. Bahkan barangkali hanya Emak saja yang tahu pasti kapan ulang tahunku. Karena aku memang tak suka menggembar-gemborkan tanggal berapa pastinya ulang tahunku, aku lebih suka menyembunyikannya. Aku hanya lebih suka menyembunyikannya. Dan yang pasti orang-orang yang mengetahui tanggal ulang tahunku adalah orang-orang spesial dan istimewa. :)
Usia memang misteri tak satu pun yang tahu kapan dan dimana dia akan berhenti. Malam ini aku masih bisa menghirup nafas dengan lega, menikmati curahan karunia dari-Nya. Banyak sekali nikmat yang diberikan oleh-Nya. Semoga aku lebih bisa dan lebih banyak mensyukuri nikmat yang ada dibanding harus mengeluhkan masalah yang kecil-kecil saja.
Walau setiap pertambahan usia selalu dibarengi dengan
berkurang jatah hidup di dunia namun kita tak boleh putus asa dari rahmat-Nya. TETAP KUAT DAN BERDIRI TEGUH. Tetap
kuat memegang keyakinan untuk terus maju dengan kondisi apapun. Berdiri teguh untuk menjemput masa
depan yang lebih baik.
Harus bisa MENJADI
PRIBADI YANG LEBIH BAIK. Terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas
wawasan dengan belajar lebih tekun dan rajin. Semoga dengan pribadi yang lebih
baik menjadikan diriku lebih dewasa lagi dalam bersikap dan bertindak.
BERSIKAP TEGAS. Sekali bilang tidak tetap tidak, bila iya
selamanya tetap iya. Jangan bilang “iya” sekarang, lalu lima menit kemudian
bilang “tidak”. Berpikir lebih matang
lagi sebelum ambil keputusan. Harus tegas pada diri sendiri. Mematuhi jadwal
rutinitas yang dibuat, membagi waktu se-efisen mungkin antara bekerja, belajar,
bermain. Mana waktu untuk keluarga, sahabat dan teman. Tahu kapan saatnya
serius dan kapan bercanda.
BELAJAR DARI
KESALAHAN. Di dunia ini, siapa yang tak pernah berbuat salah? “Dan sebaik-baiknya orang yang bersalah
adalah yang belajar dari kesalahan sebelumnya dan tidak melakukan kesalahan
yang sama kedua kalinya.” Meski sering dicemooh, sindiran halus bahkan
dibentak kasar oleh pimpinan karena melakukan kesalahan operasi, harus sabar.
Kemarahan dan kekesalan mereka selalu beralasan. Tetap fokus dan belajar lebih!
SAATNYA BANGUN!
Bila tahun lalu masih asyik saja bermimpi, berangan-angan semu maka mulai hari
ini sudah saatnya untuk bangun dari mimpi yang mengasyikan itu. Ambil langkah
dan aksi mulai mewujudkannya dari hal-hal kecil. Impian untuk segera menamatkan
kuliah sambil bekerja, membuat usaha sampingan, membangun sebuah rumah, membeli
mobil dan memberangkatkan kedua orang
tua haji semoga segera tercapai. Berat memang, namun inilah kenyataannya.
TERIMA KASIH
untuk orang-orang yang sudah datang ke dalam hidupku, dengan atau tanpa hadiah,
yang sudah rela untuk berbagi kebahagiaan, tertawa, suka-cita, bahkan kesedihan
dan air mata.
Terima kasih pada Emak dan Bapak yang masih tetap memberikan
kasih sayang yang tak terhingga. Terima kasih pada Kakak pertama dan kedua,
walau kadang masih sering berdebat dan bertengkar macam anak kecil saja, kita
adalah keluarga terindah. Terima kasih.
Terima kasih pada sahabat setia, Danu, Doddy, Aziz, Nanda,
Jemmy. Untuk hari-hari yang luar biasa, mulai dari mandi kolam bersama, ngaspal
jalanan, narsis ria di depan kamera dan hal lain yang tak pernah kulupa. Kalian
adalah harta paling berharga di dunia. Terima kasih.
Terima kasih juga untuk para teman-teman dari SD, SMP hingga
SMK. Hei walau aku mungkin sudah lupa
nama kalian satu per satu namun bukan berarti aku lupa dengan kalian. Jangan
pernah ragu walau sekedar bertegur sapa saat bertemu di jalan, trotoar atau
saat berbelanja. Aku tak pernah lupa wajah-wajah lucu kalian. Kita selalu
berteman. Terima kasih.
Terima kasih untuk para guru yang pernah mengajar dan
mendidikku dari SD hingga kini. Ilmu yang kau ajarkan akan digunakan dengan
sebaiknya. Baik ilmu di sekolah maupun ilmu tentang hidup, yang tak pernah
kudapat di bangku sekolah. Terima kasih.
Terima kasih pada rekan sekerja, terutama untuk Theo Oc yang
setia untuk menjadi teman sekamarku 2 tahun ini. Maafkan untuk 2 alarm handphone tetap menyala tanpa kumatikan
atau kamar yang berantakan. Terima kasih untuk setiap usaha membangunkan tidurku
saat sahur. Kau teman sekamar yang istimewa.
Terima kasih pada Iyas, Indra, Sandy, Jumae, Seto, Alan, Bang Irfan, Bro
Arie, Ari, Theo Alb, Ko Welly, Ko Hardi, Richard, Bang Nain. Kita tahu, kita adalah anggota yang tetap bertahan hingga detik ini. Kita tahu,
terkadang saat bekerja sering ada paham berbeda, menimbulkan masalah, berdebat
pendapat dan pertengkaran tak bisa dielakkan. Namun tak masalah, selagi ada solusinya tetap jaga
selalu kerjasama dalam tim. Saat bekerja kita boleh berbeda, ada atasan dan
bawahan tapi diluar kita sama. KITA
ADALAH TEMAN. Terima kasih.
Terima kasih pada Meddie dan keluarga, semoga dilancarkan
usaha fotografinya, dilancarkan rizki dan jodohnya. Terima kasih atas jalinan
persaudaraan antara kita selama ini. Walau jarang bertemu di dunia nyata, kita
tak pernah berhenti untuk saling berkomunikasi walau hanya sekedar sapa di
dunia maya. Semoga Ayah selalu dilimpahi kesehatan, disembuhkan dari penyakit
yang selama ini menimpa. Tetap yakin dan sabar bahwa Tuhan sedang menyiapkan
hadiah yang istimewa setelah ini. Dan untuk Keken, semoga menjadi gadis yang
baik hati yang bisa membanggakan orang tua dan kakaknya terutama. Terima kasih.
Dan tentu saja untuk diriku sendiri. Yang masih tetap setia
menghadapi setiap masalah dan kesulitan yang ada. Tetesan keringat bahkan darah
harus dikeluarkan untuk bertahan dengan kondisi yang sedemikian rupa. Terima
kasih jiwa dan raga!
Terima kasih untuk
pacarku saat ini. BYSON, kutahu jalan yang kita tempuh saat ini tak seelok
dulu, bahkan lubang, jalanan yang berkelok setia menanti untuk dilalui,
kebersamaan kita kini bagai gitar dan senar. Keduanya saling membutuhkan dan
melengkapi untuk menghasilkan nada yang indah. Sayang, janganlah pernah
berbosan hati untuk selalu menemani perjalananku pulang pergi dari rumah ke
tempat kerja atau sebaliknya. Sayang, walau hujan deras melanda ataupun panas
terik memanggang kita ketahuilah itu hanya sementara. Lumpur, kubangan tanah atau
debu itu adalah bukti bahwa kita tetap menjaga kebersamaan untuk saling
bersama. Setelah sampai ditujuan semua itu hilanglah sudah. Aku akan tetap
setia merawatmu, mengganti oli secara teratur, memandikanmu, bahkan bulan lalu
kau sudah kuhadiahi box dan handguard. Sayang, kau makin cantik saja. Terima kasih.
Nurhayati: Tiga tahun sudah tak pernah bertemu, semoga kau
baik-baik saja disana. Tetap menjadi gadis yang mandiri dan baik hati. Terima
kasih untuk kenangan yang telah terukir. Terima kasih.
Marita Indriyani: Terima kasih untuk sejuta kenangan baru,
simpang empat kota, ojeg serta taman hijaunya, bakpau pedas manis, bulan
setengah dan senja yang kehilangan warna merahnya, serta Somay Bang Ali.
Tetaplah menjadi gadis stroberi merah yang selalu membawa keceriaan dimana
berada. Tetaplah menjadi gadis baik yang selalu menjadi kebanggaan orang tua,
keluarga dan teman. Tetap semangat! Terima kasih.
Terima kasih untuk para wanita yang pernah datang dalam
kehidupanku. Teman-teman wanita baru dan
baik hati. Terima kasih untuk Lina, Amalia, Hana, Ayu, Mbak Devi, Indah, Yulia,
Yoanda, Dwi, Dessy, Wulan, Putri, Oxy. Terima kasih untuk senyum, canda dan
cerita.
Terima kasih untuk semuanya. Aku sangat bangga dan beruntung
memiliki kalian. Dan dengan semangat #21 tahun ini aku tetap menapaki hari-hari
yang terjal dan berliku. Beri aku kesempatan untuk membuat kalian bangga
terhadapku. Bersama kita tetap memperbaiki diri, menyongsong masa depan yang
lebih cerah. Terima kasih.
Monday, August 20, 2012
PUISI: Ceritakan padaku
Ceritakan padaku tentang dunia yang luas
Sebuah tempat yang belum terjamah kaki
Aku ingin pergi kesana sendiri
Ceritakan padaku tentang kisah malam
Ketika kegelapan menjadi bagian yang menakutkan
Aku ingin berdiri tegak, menatap penuh keberanian
Lalu ceritakan pula padaku tentang bulan setengah
Yang warnanya kini sudah berbeda
Aku ingin tahu kenapa?
Namun jangan kau ceritakan padaku tentang
segala duka dan kesedihan.
Aku tak ingin mendengarnya.
Cukup ceritakan apa yang kuminta.
Selebihnya
adalah bagian ceritaku.
Akan kuceritakan padamu tentang awan yang
membenci hujan,
malam yang takut kegelapan dan bunga yang enggan mekar.
Sunday, August 19, 2012
Lebaran
Setelah urus sana-urus sini akhirnya surat cuti selesai juga. Gak kebayang kalo tahun ini gak DIKASIH CUTI, saya harus merayakan lebaran di tempat kerja dengan jadwal seperti biasa, shift pagi pula! Bisa-bisa saya GALAU STADIUM 4. Tapi Alhamdulillah, tahun ini saya bisa kumpul bareng keluarga. :)
Sampe di rumah itu pas hari terakhir ramadhan dan keeesokan harinya adalah lebaran. Pas sesuai dengan yang saya jadwalkan. Jadi saya sempat menikmati momen buka bersama untuk terakhir kali. Malam harinya saya senang sekali saat mendengar takbir menggema dimana-mana, kembang api yang meriah dan dapur rumah yang beraneka aromanya. Ada ketupat, rendang, opor ayam dan makanan kesukaan saya, kue lapis! :D
Satu lagi, acara halal-bihalal yang hanya ada negeri kita ini kami laksanakan di masjid dekat rumah selepas sholat Ied. Bersalam-salaman lalu makan bersama.
Saya tahu, lebaran bukanlah hanya sekedar acara salam-salaman, makan bersama ataupun mengunjungi tempat keluarga/ teman tetapi lebaran adalah hari dimana kita merayakan kemenangan yang sesungguhnya setelah sebulan penuh berpuasa, tentu saja di hari lebaran kita harus SALING MEMAAFKAN SEPENUH HATI.
Lebaran tahun ini terasa berbeda, karena saya sudah tak lagi anak-anak. Kalo lebaran waktu dulu saya yang dikasih duit oleh paman ataupun kerabat keluarga lainnya. Lebaran kali ini saya sudah bisa memberi duit kepada keponakan-keponakan kecil saya. Anehnya, keponakan-keponakan kecil sudah kenal apa itu duit, mereka GAK MAU YANG BIRU, PENGEN YANG MERAH katanya! *wah gawat nih!* :p
Setiap lebaran yang saya lalui tahun ke tahun selalu memiliki warna tersendiri. Selalu ada kesan istimewa yang kusimpan dalam kenangan. O ya, saya ingin mengucapkan SELAMAT LEBARAN bagi yang merayakannya. Saya mohon maaf atas segala kekhilafan dan kesalahan. Terima kasih. :)
Sampe di rumah itu pas hari terakhir ramadhan dan keeesokan harinya adalah lebaran. Pas sesuai dengan yang saya jadwalkan. Jadi saya sempat menikmati momen buka bersama untuk terakhir kali. Malam harinya saya senang sekali saat mendengar takbir menggema dimana-mana, kembang api yang meriah dan dapur rumah yang beraneka aromanya. Ada ketupat, rendang, opor ayam dan makanan kesukaan saya, kue lapis! :D
Satu lagi, acara halal-bihalal yang hanya ada negeri kita ini kami laksanakan di masjid dekat rumah selepas sholat Ied. Bersalam-salaman lalu makan bersama.
Saya tahu, lebaran bukanlah hanya sekedar acara salam-salaman, makan bersama ataupun mengunjungi tempat keluarga/ teman tetapi lebaran adalah hari dimana kita merayakan kemenangan yang sesungguhnya setelah sebulan penuh berpuasa, tentu saja di hari lebaran kita harus SALING MEMAAFKAN SEPENUH HATI.
Lebaran tahun ini terasa berbeda, karena saya sudah tak lagi anak-anak. Kalo lebaran waktu dulu saya yang dikasih duit oleh paman ataupun kerabat keluarga lainnya. Lebaran kali ini saya sudah bisa memberi duit kepada keponakan-keponakan kecil saya. Anehnya, keponakan-keponakan kecil sudah kenal apa itu duit, mereka GAK MAU YANG BIRU, PENGEN YANG MERAH katanya! *wah gawat nih!* :p
Setiap lebaran yang saya lalui tahun ke tahun selalu memiliki warna tersendiri. Selalu ada kesan istimewa yang kusimpan dalam kenangan. O ya, saya ingin mengucapkan SELAMAT LEBARAN bagi yang merayakannya. Saya mohon maaf atas segala kekhilafan dan kesalahan. Terima kasih. :)
Wednesday, August 15, 2012
Memilih Teman Setia
Hampir setiap saat selalu ada Abu Bakar di sisi Nabi Muhammad SAW setelah beliau mendeklarasikan diri sebagai utusan Ilahi. Di tengah-tengah masyarakat yang tak bersahabat dan antipati, Abu Bakar membuat Nabi tegar menghadapi tantangan dakwah yang silih berganti.
Gua Tsur adalah saksi bisu bagaimana ia meredam sedih dalam kepungan amuk kejahiliyahan orang-orang Quraisy yang mengejar Nabi (QS. 9: 40). Peristiwa Isra Mikraj juga menjadi bukti kesetiaan seseorang yang percaya sepenuhnya kualitas kejujuran temannya.
Bila Nabi memiliki Abu Bakar, Harun AS adalah teman perjuangan Nabi Musa AS. Dialah yang membantu Musa dalam mengembangkan dan menyebarkan agama Allah. Dengan kefasihan dan kecerdasan bahasa yang dimiliki, ia menutupi masalah artikulasi yang menjadi kendala Musa (QS. 28: 34).
Ia tahu bagaimana menghadapi Firaun dan Bani Israil yang sering membuat emosi Musa tak terkendali. Saat Musa harus mengikuti perintah bermunajat di Thur Sina, Harunlah yang menggantikan Musa untuk mengawasi dan mengendalikan Bani Israil agar tidak berbuat keonaran, kemunkaran, apalagi kemusyrikan. (QS. 20: 29).
Perjuangan memang butuh teman, yang mendukung tanpa batas, yang mengoreksi tanpa risih, dan yang memahami kegundahan tanpa membebani. Teman adalah seseorang yang senantiasa membantu tanpa berharap balas budi, yang berada di depan tanpa takut mati, yang juga siap memberikan waktu, tenaga, pikiran, harta, dan kesetiaan.
Sunnatullahnya, semua makhluk di muka bumi butuh teman. Pepatah Arab menyebut, teman terkadang lebih berguna daripada saudara kandung. Namun, tidak sembarang teman bisa dipercayai. Hanya teman yang bersedia ada di saat susah dan sedih yang patut dijadikan sandaran hati. Karena, saat jaya dan bahagia, teman baik tak bisa diuji. Teman yang hanya mau diajak tertawa bukanlah teman sejati. Saat air mata menetes, teman setia barulah terbukti.
Untuk melihat patokan kualitas teman, nasihat sastrawan Arab klasik, Tharfah bin Al-Abd, patut direnungi. “Jangan bertanya pada seseorang tentang dirinya. Tanyalah temannya tentang siapa dia. Seseorang selalu mengikuti apa yang dilakukan temannya.” Ini selaras dengan sabda Nabi. “Orang akan mengikuti kecenderungan dan sikap temannya. Oleh karenanya, perhatikan siapa temanmu.” (HR Tirmidzi).
Singkatnya, teman adalah cerminan diri. Para sufi menyebut, ruh kita itu tentara yang berbaris. Barisan yang kita pilih adalah identitas azali kita. Teman mana yang membuat kita nyaman, itu sejatinya diri kita. Karenanya, dalam Islam ditekankan pentingnya memilih teman. Jika salah pilih, tidak hanya jati diri yang hilang, tapi harga diri.
Tanpa disadari, surga dan neraka kita pun, ada andil siapa teman yang kita pilih. Nabi SAW berpesan,“Seseorang akan dikumpulkan dengan orang yang disukai,” (HR Bukhari). Menurut para ulama, pesan Nabi itu berlaku tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat.
Oleh: Moch Syarif Hidayatullah
Sumber: Republika
Gua Tsur adalah saksi bisu bagaimana ia meredam sedih dalam kepungan amuk kejahiliyahan orang-orang Quraisy yang mengejar Nabi (QS. 9: 40). Peristiwa Isra Mikraj juga menjadi bukti kesetiaan seseorang yang percaya sepenuhnya kualitas kejujuran temannya.
Bila Nabi memiliki Abu Bakar, Harun AS adalah teman perjuangan Nabi Musa AS. Dialah yang membantu Musa dalam mengembangkan dan menyebarkan agama Allah. Dengan kefasihan dan kecerdasan bahasa yang dimiliki, ia menutupi masalah artikulasi yang menjadi kendala Musa (QS. 28: 34).
Ia tahu bagaimana menghadapi Firaun dan Bani Israil yang sering membuat emosi Musa tak terkendali. Saat Musa harus mengikuti perintah bermunajat di Thur Sina, Harunlah yang menggantikan Musa untuk mengawasi dan mengendalikan Bani Israil agar tidak berbuat keonaran, kemunkaran, apalagi kemusyrikan. (QS. 20: 29).
Perjuangan memang butuh teman, yang mendukung tanpa batas, yang mengoreksi tanpa risih, dan yang memahami kegundahan tanpa membebani. Teman adalah seseorang yang senantiasa membantu tanpa berharap balas budi, yang berada di depan tanpa takut mati, yang juga siap memberikan waktu, tenaga, pikiran, harta, dan kesetiaan.
Sunnatullahnya, semua makhluk di muka bumi butuh teman. Pepatah Arab menyebut, teman terkadang lebih berguna daripada saudara kandung. Namun, tidak sembarang teman bisa dipercayai. Hanya teman yang bersedia ada di saat susah dan sedih yang patut dijadikan sandaran hati. Karena, saat jaya dan bahagia, teman baik tak bisa diuji. Teman yang hanya mau diajak tertawa bukanlah teman sejati. Saat air mata menetes, teman setia barulah terbukti.
Untuk melihat patokan kualitas teman, nasihat sastrawan Arab klasik, Tharfah bin Al-Abd, patut direnungi. “Jangan bertanya pada seseorang tentang dirinya. Tanyalah temannya tentang siapa dia. Seseorang selalu mengikuti apa yang dilakukan temannya.” Ini selaras dengan sabda Nabi. “Orang akan mengikuti kecenderungan dan sikap temannya. Oleh karenanya, perhatikan siapa temanmu.” (HR Tirmidzi).
Singkatnya, teman adalah cerminan diri. Para sufi menyebut, ruh kita itu tentara yang berbaris. Barisan yang kita pilih adalah identitas azali kita. Teman mana yang membuat kita nyaman, itu sejatinya diri kita. Karenanya, dalam Islam ditekankan pentingnya memilih teman. Jika salah pilih, tidak hanya jati diri yang hilang, tapi harga diri.
Tanpa disadari, surga dan neraka kita pun, ada andil siapa teman yang kita pilih. Nabi SAW berpesan,“Seseorang akan dikumpulkan dengan orang yang disukai,” (HR Bukhari). Menurut para ulama, pesan Nabi itu berlaku tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat.
Oleh: Moch Syarif Hidayatullah
Sumber: Republika
Monday, August 13, 2012
PUISI: Hai para awan
Kemana saja kau pergi?
Istana langit mencari-cari
Kumpulan awan yang meninggi
Berkepul-kepul laksana mimpi hilang sehari
Hai para awan kesinilah
Selimuti langit kami
Mentari bersinar terik sekali akhir ini
Hai para awan kesinilah
Menyatulah bersama langit
Gumpalkan dirimu
Buatlah gundukan awan yang hitam
Hai para awan dengarlah
Setelah gundukan awan hitam terjadi
Maka pecahkanlah
Lalu biarkan anak hujan membasahi tanah kami
Menyuburkan bumi, rerumputan dan pepohonan
Mengisi lagi sumur-sumur yang kekeringan
Hai para awan
Ini bukanlah penantian
Juga bukan kerinduan
Tapi ini adalah doa
Datanglah segera
Istana langit mencari-cari
Kumpulan awan yang meninggi
Berkepul-kepul laksana mimpi hilang sehari
Hai para awan kesinilah
Selimuti langit kami
Mentari bersinar terik sekali akhir ini
Hai para awan kesinilah
Menyatulah bersama langit
Gumpalkan dirimu
Buatlah gundukan awan yang hitam
Hai para awan dengarlah
Setelah gundukan awan hitam terjadi
Maka pecahkanlah
Lalu biarkan anak hujan membasahi tanah kami
Menyuburkan bumi, rerumputan dan pepohonan
Mengisi lagi sumur-sumur yang kekeringan
Hai para awan
Ini bukanlah penantian
Juga bukan kerinduan
Tapi ini adalah doa
Datanglah segera
Saturday, August 11, 2012
Percakapan dua sahabat
Teringat percakapan tempo lalu. Kala seragam putih abu-abu masih melekat kuat. Entah ada angin apa, seketika percakapan itu terngiang-ngiang di telinga.
Emak pernah bilang: “Terlepas dari apapun jenis pekerjaannya yang penting halal, dilakukan dengan ikhlas serta bermanfaat bagi sesama”. Terkadang aku meneteskan airmata haru kala melihat Bapak yang tiap hari pergi pagi pulang sore untuk menghidupi kebutuhan keluarga kami. Bergelut dengan alat cukur, gunting, sisir. Memotong dan merapikan rambut.
Sekali pun tak pernah aku merasa malu untuk mengakui bahwa pekerjaan Ayahku hanyalah seorang tukang cukur rambut di pasar. Apa yang mesti dimalukan? Itu adalah pekerjaan yang terhormat, kata-kata itu sudah kutanamkan kuat-kuat sejak dulu.
Aku masih ingat kata-kata Danu saat kami pulang sekolah diawal tahun pelajaran. Saat teman-teman lain mengolok-olok pekerjaan Bapak.
“Kau tak perlu berkecil hati Gus, saat mereka menertawakan pekerjaan Bapakmu. Kau harus bangga dan berbesar hati. Tak ada pekerjaan yang lebih hebat selain tukang cukur. Percayalah! Seorang Presiden pun tunduk saat tukang cukur mulai memotong rambutnya bahkan saat memegang kepalanya, dia pun tak marah”. Aku tersenyum, mengangguk setuju.
Dan kini, Bapak sudah sepantasnya berbangga hati terhadap anaknya. Karena harapan terbesarnya terkabulkan, harapan kepada anaknya agar memiliki pekerjaan yang lebih dari dirinya. Anakmu kini sudah bisa bekerja dengan tangan sendiri, mengais rizki di sela-sela kehidupan masyarakat yang pelik, dan tetap bertahan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Emak, Bapak doakan anakmu, selalu.
Emak pernah bilang: “Terlepas dari apapun jenis pekerjaannya yang penting halal, dilakukan dengan ikhlas serta bermanfaat bagi sesama”. Terkadang aku meneteskan airmata haru kala melihat Bapak yang tiap hari pergi pagi pulang sore untuk menghidupi kebutuhan keluarga kami. Bergelut dengan alat cukur, gunting, sisir. Memotong dan merapikan rambut.
Sekali pun tak pernah aku merasa malu untuk mengakui bahwa pekerjaan Ayahku hanyalah seorang tukang cukur rambut di pasar. Apa yang mesti dimalukan? Itu adalah pekerjaan yang terhormat, kata-kata itu sudah kutanamkan kuat-kuat sejak dulu.
Aku masih ingat kata-kata Danu saat kami pulang sekolah diawal tahun pelajaran. Saat teman-teman lain mengolok-olok pekerjaan Bapak.
“Kau tak perlu berkecil hati Gus, saat mereka menertawakan pekerjaan Bapakmu. Kau harus bangga dan berbesar hati. Tak ada pekerjaan yang lebih hebat selain tukang cukur. Percayalah! Seorang Presiden pun tunduk saat tukang cukur mulai memotong rambutnya bahkan saat memegang kepalanya, dia pun tak marah”. Aku tersenyum, mengangguk setuju.
Dan kini, Bapak sudah sepantasnya berbangga hati terhadap anaknya. Karena harapan terbesarnya terkabulkan, harapan kepada anaknya agar memiliki pekerjaan yang lebih dari dirinya. Anakmu kini sudah bisa bekerja dengan tangan sendiri, mengais rizki di sela-sela kehidupan masyarakat yang pelik, dan tetap bertahan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Emak, Bapak doakan anakmu, selalu.
Sahur..sahurrr..
Alarm ponsel berdering keras, tidak hanya satu ponsel namun dua sekaligus. Suatu irama lagu yang nadanya paling kubenci, sengaja untuk mengacaukan semua mimpi malam. Itulah jurus jitu yang kupasang untuk membangunkan diriku sendiri saat sahur tiba. :D
Pukul 03:00 aku terjaga, dengan mata 5 watt berjalan lambat menuju kantin. Membawa suatu kotak makanan untuk membungkus makanan. Baiklah makanan sudah dibungkus dalam kotak. Lantas kembali lagi ke kamar.
Dan, alarm ponsel kupasang lagi untuk pukul 04:10. Mata terlelap lagi. Kupikir kuhanya memejamkan mata sekitar 30-40 menit setelah mengambil makanan dari kantin, dan TERNYATA? Waktu sudah menunjukkan pukul 05:55. Ya Tuhan!? Dan waktu SAHURKU pun LEWATLAH SUDAH. Ternyata, dua alarm ponsel ternyata tak cukup mempan untuk membangunkan tidurku. Sungguh, terlalu!
Apa mau dikata, kemarin saya tetap menjalani ibadah puasa seperti biasa tanpa sahur. Tidak dipungkiri kala menjalani shift sore yang panjang, lelahnya badan tak bisa diungkapkan lagi. Selalu ingin cepat-cepat kembali ke kamar dan tidur sesegera mungkin. Dan pukul 01:00 dini hari itu adalah waktu yang biasa kujumpai kala pulang kerja. Ah, memang itulah nasib hidup seorang Bujang tak ada yang peduli selain diri sendiri, ”..makan, makan sendiri, tidur, tidur sendiri..” *lagu dangdut*
Walaupun tak makan sahur, walaupun tetap bekerja saat puasa namun semangat tak pernah goyah. Semoga Tuhan selalu memberikan ampunan untuk kita semua. Yang bekerja sambil berpuasa semoga pahala double. Aamiin.
Tetap semangat berpuasa hingga akhir ramadhan! ;)
Pukul 03:00 aku terjaga, dengan mata 5 watt berjalan lambat menuju kantin. Membawa suatu kotak makanan untuk membungkus makanan. Baiklah makanan sudah dibungkus dalam kotak. Lantas kembali lagi ke kamar.
Dan, alarm ponsel kupasang lagi untuk pukul 04:10. Mata terlelap lagi. Kupikir kuhanya memejamkan mata sekitar 30-40 menit setelah mengambil makanan dari kantin, dan TERNYATA? Waktu sudah menunjukkan pukul 05:55. Ya Tuhan!? Dan waktu SAHURKU pun LEWATLAH SUDAH. Ternyata, dua alarm ponsel ternyata tak cukup mempan untuk membangunkan tidurku. Sungguh, terlalu!
Apa mau dikata, kemarin saya tetap menjalani ibadah puasa seperti biasa tanpa sahur. Tidak dipungkiri kala menjalani shift sore yang panjang, lelahnya badan tak bisa diungkapkan lagi. Selalu ingin cepat-cepat kembali ke kamar dan tidur sesegera mungkin. Dan pukul 01:00 dini hari itu adalah waktu yang biasa kujumpai kala pulang kerja. Ah, memang itulah nasib hidup seorang Bujang tak ada yang peduli selain diri sendiri, ”..makan, makan sendiri, tidur, tidur sendiri..” *lagu dangdut*
Walaupun tak makan sahur, walaupun tetap bekerja saat puasa namun semangat tak pernah goyah. Semoga Tuhan selalu memberikan ampunan untuk kita semua. Yang bekerja sambil berpuasa semoga pahala double. Aamiin.
Tetap semangat berpuasa hingga akhir ramadhan! ;)
Tuesday, August 7, 2012
Berbuka puasa
Ada banyak hal menarik saat bulan puasa seperti saat ini. Walaupun saya sudah jarang pulang ke rumah, namun acara masak-memasak sebelum acara berbuka puasa itu adalah hal menyenangkan.
Kemarin, saat libur kerja sudah kuniatkan untuk pulang ke rumah. Kangen masakan Emak. Sebetulnya bukan hanya kangen masakan Emak namun juga lebih cenderung karena ingin melepaskan lelahnya bekerja, saya putuskan saja untuk pulang segera.
Adalah “es dawet spesial” kunamai masakan itu. Sebuah hidangan berbuka puasa yang SANGAT ISTIMEWA buatan Emak. Walaupun saya laki-laki bukan berarti saya tak paham sama sekali tentang memasak. Saya sering memperhatikan Emak atau kakak perempuan saya ketika memasak, entah saat tak sengaja lewat dapur atau sekedar bantu-bantu membereskan barang di dapur. Hanya saja saya LEBIH SUKA untuk MENGHABISKAN MAKANAN daripada memasak. :D (Ssshh jangan bilang siapa-siapa)
Bahan yang dipakai mudah saja kawan, mudah dicari di pasar (apalagi saat bulan puasa) tapi disini saya tidak akan menjelaskan bagaimana cara memasaknya, :D
Bahan utamanya adalah: dawet, air santan kelapa, gula pasir, gula merah, kolang-kaling, cincau, irisan buah mangga, dan es batu. Waaah..rasanya tak akan mengecewakan! Entah bagaimana cara memasaknya, tak berapa lama setelah itu bahan yang tadinya mentah semua, sekarang sudah menjadi ES DAWET SPESIAL yang siap untuk dihidangkan.
Dan ini adalah hidangan spesial yang selalu saya tunggu-tunggu saat bulan puasa tiba. O ya, apa hidangan istimewamu saat berbuka bersama keluarga? Tentu pasti ada. Ayo mari berbagi cerita di-blog saya. Selamat berbuka puasa. :)
Kemarin, saat libur kerja sudah kuniatkan untuk pulang ke rumah. Kangen masakan Emak. Sebetulnya bukan hanya kangen masakan Emak namun juga lebih cenderung karena ingin melepaskan lelahnya bekerja, saya putuskan saja untuk pulang segera.
Adalah “es dawet spesial” kunamai masakan itu. Sebuah hidangan berbuka puasa yang SANGAT ISTIMEWA buatan Emak. Walaupun saya laki-laki bukan berarti saya tak paham sama sekali tentang memasak. Saya sering memperhatikan Emak atau kakak perempuan saya ketika memasak, entah saat tak sengaja lewat dapur atau sekedar bantu-bantu membereskan barang di dapur. Hanya saja saya LEBIH SUKA untuk MENGHABISKAN MAKANAN daripada memasak. :D (Ssshh jangan bilang siapa-siapa)
Bahan yang dipakai mudah saja kawan, mudah dicari di pasar (apalagi saat bulan puasa) tapi disini saya tidak akan menjelaskan bagaimana cara memasaknya, :D
Bahan utamanya adalah: dawet, air santan kelapa, gula pasir, gula merah, kolang-kaling, cincau, irisan buah mangga, dan es batu. Waaah..rasanya tak akan mengecewakan! Entah bagaimana cara memasaknya, tak berapa lama setelah itu bahan yang tadinya mentah semua, sekarang sudah menjadi ES DAWET SPESIAL yang siap untuk dihidangkan.
Dan ini adalah hidangan spesial yang selalu saya tunggu-tunggu saat bulan puasa tiba. O ya, apa hidangan istimewamu saat berbuka bersama keluarga? Tentu pasti ada. Ayo mari berbagi cerita di-blog saya. Selamat berbuka puasa. :)
Saturday, August 4, 2012
PUISI: Tumbuh besar
Pada suatu ketika, disuatu tempat
saat para anak kecil berkumpul padat
tak pandang laki atau perempuan semua lucu, berlari, bermain bagai tak punya beban
Seiring bergulirnya sang waktu
sekarang tempat itu tak lagi riuh
tak lagi terdengar orangtua yang panik
mencari-cari anaknya yang belum pulang saat maghrib
Anak kecil dulu sudah tumbuh remaja
laki dan perempuan tak lagi main bersama
laki lain perempuan lain
laki bicara ini perempuan bicara itu
tak semanis anak-anak kecil dulu
anak kecil yang tak punya rahasia
anak kecil tiap harinya selalu ceria
Menjadi besar sungguh berbeda
dan aku tak suka
saat para anak kecil berkumpul padat
tak pandang laki atau perempuan semua lucu, berlari, bermain bagai tak punya beban
Seiring bergulirnya sang waktu
sekarang tempat itu tak lagi riuh
tak lagi terdengar orangtua yang panik
mencari-cari anaknya yang belum pulang saat maghrib
Anak kecil dulu sudah tumbuh remaja
laki dan perempuan tak lagi main bersama
laki lain perempuan lain
laki bicara ini perempuan bicara itu
tak semanis anak-anak kecil dulu
anak kecil yang tak punya rahasia
anak kecil tiap harinya selalu ceria
Menjadi besar sungguh berbeda
dan aku tak suka
Review Buku: Berjuta Rasanya
Pertama kali baca buku ini, ada rasa malu, senyum-senyum sendiri, kadang juga diam tertegun, berpikir. Buku ini bercerita sekaligus memberi nasihat secara langsung bagi pembacanya, dan memang semua pemikiran tentang cinta yang ditulis Tere-Liye benar adanya. Selamat membaca. Selamat bergalau-ria!
View all my reviews
Wednesday, August 1, 2012
PUISI: Cerita Hujan #2
Awan mengabarkan hujan
Membawa kabar basah pada tanah yang kering
Tak mengerti, gerangan apa hujan turun berlapis sinar terang
Disana mendung, disini terang
Mungkin angin telah meniup bagian demi bagian
Menyingkirkan jauh-jauh awan yang gelap
Secangkir kopi hitam tertawa riang dalam adukan tangan
Aroma yang keluar bercampur dengan jutaan riuh anak hujan
Hujan tak selalu harus berteman awan gelap
Hujan tak selalu harus dengan nada kesepian
Karena hujan selalu turun disaat tepat
Ketika pepohonan mendendangkan lagu kerinduan
Ketika dedaunan yang jatuh berbisik pelan pada rumput yang bergoyang
Dan ketika manusia tetap berjalan dibawah derasnya hujan
Membawa kabar basah pada tanah yang kering
Tak mengerti, gerangan apa hujan turun berlapis sinar terang
Disana mendung, disini terang
Mungkin angin telah meniup bagian demi bagian
Menyingkirkan jauh-jauh awan yang gelap
Secangkir kopi hitam tertawa riang dalam adukan tangan
Aroma yang keluar bercampur dengan jutaan riuh anak hujan
Hujan tak selalu harus berteman awan gelap
Hujan tak selalu harus dengan nada kesepian
Karena hujan selalu turun disaat tepat
Ketika pepohonan mendendangkan lagu kerinduan
Ketika dedaunan yang jatuh berbisik pelan pada rumput yang bergoyang
Dan ketika manusia tetap berjalan dibawah derasnya hujan
