Pages

Pagi ini menjingga

Coba tanyakan pada pagi yang menjingga pagi ini. Apakah ia merindukanmu? Tidak. Kita yang selalu merindukannya. Merindukan sinar hangatnya yang bisa membangunkan setiap inchi sel tubuh yang kedinginan. Kemudian apakah kau menyadari sinar jingga yang kau lewatkan pagi ini bahkan ribuan pagi yang lalu telah membuat suatu keajaiban langit yang terlewatkan oleh lelapmu? Tidak. Kau bahkan lebih memilih melanjutkan tidurmu daripada melihat sinar jingganya. Lalu tanyakan pada rumput hijau pagi ini. Apakah ia masih menyimpan tetesan embun pagi? Iya. Namun kau sudah melewatkan waktu terlalu lama.

Sang surya sudah merangkak perlahan, menarik kembali sinar jingganya yang indah, rumput hijau sudah melepaskan tetesan embunnya yang menguap karena sinar sang surya. Dan sekarang kau ingin melihat mereka semua dan bertanya dimanakah mereka? Lalu kau berkesal hati dan menyalahkan semua.

Bangunlah sedikit pagi esok hari, katakan pada diri “aku ingin melihat keajaiban pagi”. Tentu. Kau akan melihatnya dengan mata sendiri. Hanya jika tetesan hujan tidak turun pada pagi hari yang membuat jingga tertutup awan mendung.

Walked in the rain

I woke up in the midnight
I saw my watch
Time shown I’m late attend work
I opened the window
The wind blew so fast
I grab my uniform, put shoes and take a step
Then night sky rumbled
A thousand raindrop
I took my yellow raincoat
And it’s rainy already
So, I just walked in the rain
With a thousand raindrops me
It’s cold and I’m alone in this road
Night sky keep silent
Thunder keep rumbled
I keep take step in the rain
And no one care.

Besok kita jumpa (lagi)

Pernahkah kau duduk di suatu siang dan memandang langit biru di angkasa? Pernahkah kau berlari sambil menatap ke depan memandang birunya langit yang memayungi langkah-langkahmu? Atau pernahkah kau di suatu waktu berdiri dan tersenyum manis memandang garis-garis awan yang bergumpal membentuk suatu pola di angkasa? Kemudian kau berkata kepadanya; “hai langit hari ini kau tampak cerah sekali, sepertinya kau tak mengisyaratkan hujan kepada awan yang beterbangan”.


Senang menatapmu kembali, merasakan hangatnya mentari yang bersinar malu-malu. Tujuh hari, satu minggu, kau bersembunyi dibalik awan. Dan pakaianku di jemuran belum kering. Tapi hari ini bersama langit biru dan awan putih akhirnya kau memberanikan diri untuk menyinari bumi kami.


Hari ini aku masih berdiri dibawah kaki langit yang biru, memandang penuh pada gumpalan awan yang menari, merasakan hembusan angin yang meniup-niup wajahku. Kutatap sekali lagi langit biru itu, ia diam, tak bergeming sedikit pun. Ia bahkan tak peduli lagi, karena mungkin besok kita jumpa lagi.

PUISI: Gadis berkerudung biru

Tahun lalu kita bertemu

Di simpang jalan itu

Di kota kelahiranmu

Kau tersenyum padaku

Berkata dan sedikit malu

Aku pun begitu

Aku kira ku takkan mengenalimu

Ternyata kau sudah mengenaliku terlebih dahulu

Dari photo yang ada di profilku

Kita memang belum pernah bertemu

Namun sejak saat itu

Kau telah mencuri hatiku

Di taman hijau itu aku berkata

Kau, gadis manis berkerudung biru

Aku mencintaimu..

“Red Envelope” in Dragon Water Year

Today is absolutely my holiday, yeah rest shift actually. Altough i have no idea to spend this time to do something but I try to find something which is interested me. Walking around in this power plant remind me what was happened last year when I were in China.


Do you know “Spring Festival’? or we called Imlek in Indonesia? Yeah right, that’s Chinese New Year. Last night i saw a few fireworks was coloured the night sky in my power plant. Iisn’t beautiful? I just saw it from the CCTV camera in my control room, what a pity. It’s ok. Cause yesterday is evening shift, when all chinese staff celebrate their new year. We are in control room, keep equipments running.


But fortunately on 9:00 pm the management staff and all the directors visit us and watch us working, however it’s surprised me. Once in a blue moon the Managers, directors, president and vice president visit us? I see, today is chinese new year, they came gave a “red envelope” or “hong bao” (read: angpao). The hong bao is red envelope which traditional Chinese during the Spring festival, the parents can give hong bao to their children, the boss can give hong bao to staff and anything else. And then, the boss gave me a red envelope, how lucky I am! Yeaah, spread for it! :D after that I opened that envelope while counting the money, hmmm not bad. :) they said to Us, to keep spirit in this “Dragon Water year” and produce much electrity to light the world and also, keep moving forward! Thank you Sir, thank you for the hong bao! :D


So guys, in this chinese new year, anybody got ‘red envelope’ like me, share it to me ya! :D