Pages

PUISI: Bunga cahaya

Berbinar-binar di ruang mata

Berderet rapi di sepanjang beranda mimpi

Memancarkan sinar sepanjang malam

Gelap adalah sebuah catatan

Tentang lampu-lampu jalan

Yang tabah berdiri di bawah langit hitam

Tegak, bersinar konstan

Aku membayangkan

Bila saja cahaya lampu itu bisa kukumpulkan

Lantas menjelma menjadi seikat bunga cahaya

Bersinar terang benderang

Lalu kupersembahkan padamu

Yang masih setia menunggu dibawah lampu jalan

*Muara Enim, Dapur Listrik, 22 Maret 2013

2 comments:

Riesna Kurnia said...

hai hai... puisi ini keren, saya sukaa.. :D

Agus Setiawan said...

hai hai...terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. :)

Post a Comment