Pages

Luka itu, bawa berlari saja!

Bahagia sekali rasanya, bisa kembali ke rumah, meninggalkan setumpuk pekerjaan yang ada. Hari ini libur shift, ya libur shift. Libur yang selalu datang tak beraturan, yang selalu menjadi hari yang dinantikan bagi setiap staff yang bekerja.

Seperti biasa, setelah selesai bekerja pada shift malam kedua, keesokan harinya aku sudah siap dengan barang-barang yang akan kubawa. Karena setelah menyantap sarapan, aku ke kamar asrama, mandi, dan siap-siap untuk pulang ke rumah. Yang membedakan hari itu adalah aku tidak membawa BYSON seperti yang kulakukan seperti tahun lalu. Karena musim hujan serta insiden yang menimpaku waktu itu membuat aku sedikit kapok untuk berkendara motor. Karena itulah, BYSON aku tinggalkan di rumah saja. Dan lebih memilih untuk naik bus. Disamping itu, karena stang motor yang bengkang setelah insiden itu belum diganti yang membuat aku ragu akan keselamatan berkendara. 

Baru hari ini aku menikmati hari bebas, menyantap masakan Emak lagi dan berkumpul bersama teman-teman yang lain, berenang bersama mereka, serta menunggangi BYSON mengelilingi kota kelahiran. 

Namun saat tidur siang, suara kakak sulungku membangunkan tidurku. Dia memberitahuku bahwa ada PAKU yang tertancap kuat di ban belakang BYSON. Hal itu membuat rasa kantukku hilang. Oooh tidaak, kaki belakang BYSON terluka. Ada rasa yang tak biasa saat paku itu menancap dengan indahnya. Untungnya kaki-kaki BYSON masih bisa berlari walau bannya terluka. Tak mengapa, luka itu kubawa berlari saja. Itu semua berkat ban yang digunakan adalah ban TUBELESS! Beruntung sekali BYSON memiliki ban seperti itu. Yeeeah! :D

Walau aku telat mengetahuinya, setidaknya aku tidak perlu mendorong motor untuk menambalnya. Asal paku yang menancap belum dicabut, aku masih bisa mengendarainya. Segera aku antarkan BYSON di bengkel tubeless terdekat. Dan, taarraaaaa..hanya butuh sekitar 10 menit, paku yang menancap dan ban yang terluka sudah ditambal dengan baik. Alhamdulillah, kini aku bisa berkeliling kota lagi bersamanya! Sekali lagi "Luka itu bawa berlari saja!" dan saat kau berlari rasakan sensasinya :D . So guys wanna ride my BYSON? ;)

Vertikal

Dia selalu ada dalam setiap hembusan nafas yang kau hirup
Dia selalu hadir dalam setiap detik-detik waktu yang kau hiraukan
Dia ada, sungguh dekat, lebih dekat dari jarak lidah dan kerongkongan
Dia ada hanya saja kau yang tak menyadari
Beranjaklah dari kasurmu dan tataplah ke langit malam
Disana bertaburan jutaan bintang yang berkilau
Memberikan cahaya kelap-kelip penuh gemintang
Bukalah matamu saat pagi dan petang membayang
Lihatlah disana, sebuah bulatan bercahaya yang mewarnai dunia
Ada biru, kuning, merah, jingga
Atau bahkan garis warna melengkung yang kadang hadir kala hujan reda
Membuat warna langit tersenyum padaNya
Rasakan hadirNya saat udara membelai lembut wajahmu
Membawa angin yang menyegarkan
Ingatlah selalu, kau tak pernah sendirian
Bahkan dalam gelap malam tak bercahaya sekalipun
Ingatlah, ingat dan ingatlah Dia selalu ada
Maka nikmat mana yang kau dustakan?
Ampunilah hambamu ini Tuhan.

PUISI: Kau Turbin Penggerak Hatiku

Pengukus raksasa sudah berdiri kokoh
Asap yang keluar dari Chimney terus mengepul
Kupandang kepulan uap dan air pada Cooling Tower
Berpadu menjadi awan di langit malam
Satu tahun lalu kau bangunan yang belum jadi
Diam tak bergeming sedikit pun
Kini sejak pipamu dialiri steam
Yang menggerakkan turbin hatiku
Lalu memproduksi bermega-mega watt cinta
Kau terangi duniaku
Memang cintaku padamu tak punya rupa
Namun bisa kau pandang
Lewat cahaya yang berkilau pada lampu
Cintaku bisa kau rasa
Lewat deruan angin yang memutar baling
Cintaku bisa kau dengar
Lewat alunan suara yang memantul ditelingamu
Cintaku tak pernah kosong
Seperti bunker yang selalu diisi tiap detiknya
Bahkan dalam malam cintaku selalu hadir
Terangi kamarmu yang gelap
Sayang, cintaku sederhana
Sesederhana lampu yang berpijar
Yang kau matikan saat terang tiba.

Meng Deng 125

What’s on your mind when you read the tittle above “Meng Deng 125”? Meng Deng 125 is name of my Bicycle which I bought one week ago. Twelve days just passed in this 2012, I just make an innovation during I am working in this Power Plant. Maybe my BYSON will feel little bit jealous with Meng Deng 125, hehe.. Allright, here we go. I’m gonna tell you about Meng Deng 125.


So guys, after I took a long holiday I ready to get back work as usual. When arrived in Prabumulih City my eyes are looking for a several bicycles which displayed in store window. Then I find cutest bicycle one, colour is blue, blue is calm and has gear transimission so it can make me easy ride it.


This bicycle is very useful, since i ride my Meng Deng 125 i can save my time. In the morning when i have morning shift, at least i have 5 more minutes long having breakfast and also I always come to Control Room earlier than other staff. 


I could say this is AWESOME! People may ride electric bicycle which Company provided for them but I am the only one who ride manual bicycle like this. So guys, wanna try ride my Meng Deng125? 8)

Besok tanggal satu

Bernapas dengan leluasa sebetulnya suatu karunia yang tak terhingga, oksigen dimana –mana adalah tanda Maha Pemurah-Nya Dia. Disini saya sedang duduk menatap sebuah layar yang saya ketik, saya lihat jam di tangan “SA 12 – 31” singkatan dari Saturday, December, 31. Kita sudah di akhir tahun rupanya. Setahun serasa sekejap mata, bumi tetap berotasi pada porosnya hingga akhirnya tiba di titik revolusi. Tahun dua ribu dua belas sudah di depan mata.


Banyak yang sedang menanti detik-detik kehadirannya. Bersorak-sorai menyambut kembang api dan terompet, aroma makanan, panggangan roti, keju, jagung bakar, dan nyanyian tengah malam. Saya masih membisu, masih dengan gaya duduk manis menatap layar.


Hari ini saya masih masuk kerja seperti biasa, walaupun sore tadi agak kewalahan dengan sibuknya operasi. Namun, Alhamdulillah akhirnya selesai juga. Sore harinya memang agak sedikit berbeda, kantin sebelah kiri agak sedikit berpesta pora dengan makanannya. Mata saya pun melirik lagi ke kantin sebelah kanan, oh ternyata menu malam ini merana. --“ kemudian saya putuskan untuk makan di luar saja, di salah satu warung serba ada di desa dekat asrama. Sembari menikmati sajian, mata saya mencari senja, senja dimana? Bersembunyi tak berwarna. Tertutup awan yang menggumpal di angkasa. 


Malam pun tiba, masih seperti biasa di kamar c dua satu tiga. Hanya suasana dunia yang agak sedikit berbeda, karena para manusia sedang menanti bergantinya masa. Sebelum ini itu ucapkan selamat tahun baru doaku untukmu semoga bahagia dalam langkahmu, sehat lahir batin selalu. Tak usah menunggu jam 12 malam untuk melihat kembang api tahun baru, bangunlah di satu per dua malam dimana rahmat Tuhan mendekatimu. Ya, besok tanggal satu. :)